Visa Schengen - semua yang perlu Anda ketahui


visa shengen

Jika Anda berencana untuk bepergian ke Eropa dan Anda bukan warga negara dari negara yang termasuk dalam Uni Eropa atau wilayah Schengen - Anda memerlukan visa Schengen. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan dokumen penting yang memungkinkan Anda untuk tinggal secara legal dan bergerak bebas di 26 negara dalam perjanjian tersebut.

Apa yang dimaksud dengan visa Schengen?

Visa Schengen adalah dokumen resmi yang dikeluarkan untuk orang asing non-Eropa, yang memungkinkan mereka untuk masa inap jangka pendek (hingga 90 hari dalam 180 hari) di wilayah Negara-negara Anggota Schengen. Ini juga dapat digunakan untuk transit, yaitu melewati satu atau beberapa negara Schengen dalam perjalanan ke negara lain.

Siapa yang membutuhkan visa Schengen?

Mereka harus mengajukan permohonan visa warga negara ketiga, yang tidak memiliki perjanjian pengabaian visa dengan negara-negara Schengen. Ini termasuk pelancong dari negara-negara Afrika, negara-negara Asia, beberapa negara Amerika Selatan, dan Eropa Timur.

Jenis visa Schengen

Saat mengajukan permohonan visa Schengen, Anda harus menyebutkan tujuan, yang memengaruhi jenis dokumen yang diterbitkan. Jenis visa yang paling umum meliputi:

  • Turis - tamasya, rekreasi.
  • Bisnis - pertemuan, konferensi.
  • Keluarga atau sesekali - mengunjungi kerabat.
  • Medis - perawatan dan konsultasi kesehatan.
  • Ilmiah atau penelitian.
  • Transit - misalnya transit melalui Uni Eropa ke negara tujuan.

Bagaimana cara mengajukan permohonan visa Schengen dan berapa lama masa berlakunya?

Visa Schengen memungkinkan Anda untuk tinggal di negara-negara Schengen selama maksimal 90 hari dalam 180 hari, dan tergantung pada tujuan perjalanan dan frekuensinya, dapat berupa visa sekali masuk, dua kali masuk, atau beberapa kali masuk. Proses aplikasi visa dimulai dengan perencanaan perjalanan - tentukan tujuan, tanggal masuk dan keluar, serta negara yang Anda rencanakan untuk dikunjungi.
Permohonan visa harus diajukan ke konsulat atau kedutaan besar negara tujuan utama (yaitu tempat tinggal yang direncanakan untuk masa tinggal terlama). Agar aplikasi lengkap, Anda harus mempersiapkan, antara lain, hal-hal berikut: Formulir visa dengan foto, 2 lembar foto berwarna, paspor dan fotokopinya, bukti keuangan yang cukup dan asuransi kesehatan yang masih berlaku selama masa tinggal di Wilayah Schengen. Konsul juga dapat meminta dokumen tambahan - Anda harus siap menghadapi kemungkinan ini.

Asuransi visa Schengen - apa yang perlu Anda ketahui?

Saat mengajukan permohonan visa Schengen untuk bepergian ke Eropa, Anda perlu merencanakan perjalanan Anda. Tujuan perjalanan dan durasi tinggal di zona tersebut harus ditentukan. Pemohon juga harus mencantumkan negara yang akan dikunjungi, negara yang akan dimasuki, dan negara yang akan dituju.

Di mana asuransi bekerja dan apa yang perlu Anda ketahui sebelum membeli?

Asuransi kesehatan untuk visa Schengen harus berlaku di semua 26 negara Schengen - terlepas dari negara mana Anda mengajukan permohonan visa. Ini berarti polis Anda harus mencakup, antara lain. Polandia, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Republik Ceko, Lithuania dan semua negara lain dalam perjanjian tersebut.

Saat membeli polis, Anda harus menyatakan jenis visa (misalnya turis, karyawan, pelajar), jenis kelamin dan usia tertanggung, serta jangka waktu pertanggungan yang tepat. Berdasarkan data ini, asuransi dipilih yang memenuhi persyaratan konsulat dan peraturan yang timbul dari Peraturan 810/2009 Parlemen Eropa.

Dengan visa dan asuransi yang valid, Anda dapat bepergian dengan bebas di seluruh wilayah Schengen tanpa kontrol perbatasan tambahan, sehingga ideal bagi mereka yang mengunjungi beberapa negara Eropa dalam satu perjalanan.

Uruslah formalitas sebelumnya dan nikmati masuk ke negara-negara Schengen tanpa masalah!

Peraturan Parlemen Eropa (No. 810/2009) mewajibkan semua orang asing non-Schengen dan Uni Eropa untuk memiliki asuransi kesehatan perjalanan. Semua pemegang visa Schengen dan kartu izin tinggal harus memiliki asuransi kesehatan saat bepergian di Eropa.